Tahanan Kasus Tambang Ilegal Kabur saat Lapas Manokwari Diperbaiki

Tahanan Kasus Tambang Ilegal Kabur saat Lapas Manokwari Diperbaiki

Ongky alias ONK, tahanan titipan Pengadilan Negeri Manokwari dalam kasus tambang emas Ilegal kabur saat Instansi Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Manokwari Papua Barat sedang diperbaiki.

“Satu tahanan titipan PN Manokwari atas nama Ongky alias ONK kabur dengan memanjat tembok belakang lapas,” kata Kepala Lapas kelas II B Manokwari Julius Paath.

ONK diperhitungkan manfaatkan kekurangan bangunan rutan yang pada proses perbaikan karena kelebihan kemampuan, manfaatkan kekurangan petugas piket yang waktu itu cuma sejumlah 5 orang.

Untuk penelusuran satu tahanan kabur itu, Julius mengaku sudah bekerjasama dengan Polres Kota Manokwari dan memberikan laporan peristiwa itu ke faksi Pengadilan Negeri Manokwari.

“Kita telah bekerjasama Polres Kota Manokwari untuk menolong personil dalam pemburuan satu tahanan kabur itu,” katanya.

Menurut dia, kemampuan Lapas Manokwari cuma 86 orang. Sementara sekarang ini telah kelebihan kemampuan sampai 374 orang, yang terbagi dalam 89 tahanan dan 285 terpidana.

Ongky sebagai satu diantara 31 tersangka kasus tambang emas Ilegal yang bertemu hukum di Pengadilan Negeri Manokwari.

Dalam kasus itu, Ongky berperanan sebagai bos yang lakukan aktivitas penambangan memakai alat berat ekskavator bersama 13 tersangka yang lain.

Sementara enam tersangka yang berperanan sebagai penambang tradisionil sudah memperoleh keputusan inkracht PN Manokwari dengan hukuman pidana 6 bulan penjara.

Kuasa hukum Ongky Cs, Paul Simonda, yang diverifikasi berkaitan pelarian satu client-nya dari Lapas Manokwari malas memberi komentar.

Ia cuma menerangkan jika jadwal sidang keputusan pada 14 kliennya di PN Manokwari.

See also  Pemerintahan Perkenankan Liga 1 Diteruskan sesudah Disetop karena Bencana Kanjuruhan

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …