Semua Takut ‘Tsunami’ PHK, Apakah benar Segampang Itu?

Semua Takut ‘Tsunami’ PHK, Apakah benar Segampang Itu?

Ketakutan gelombang PHK sekarang menghantui RI, dimulai dari pebisnis bahkan juga pekerja. Apa lagi, sama seperti yang disampaikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), beberapa perusahaan sekarang mulai merumahkan pegawainya.
Pebisnis mengeluh pengurangan bahkan juga penangguhan order di pasar export, terutamanya AS dan Eropa yang sekarang terpukul karena kenaikan inflasi.

Dalam pada itu, pekerja mencemaskan, seperti yang sempat terjadi, pegawai yang diberhentikan bukan mustahil pada akhirannya akan di-PHK.

Tetapi, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia sektor Ketenagakerjaan Adi Mahfudz Wuhadji mengutarakan hal yang mencengangkan.

Semestinya, kata Adi, PHK tidak segampang itu dapat dilaksanakan.

Adi mengaku, keadaan ekonomi kini sedang ketekan. Apa lagi, dengan merujuk pengakuan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jika keadaan global tahun depannya akan gelap karena keadaan ekonomi tidak pasti.

“Kita dapat saksikan dari perubahan info, keadaan ini hari. Semua negara alami kontraksi ekonomi. Hanya, Indonesia masih untung karena inflasinya masih tetap baik,” kata Adi.

“Tetapi, tidak segampang itu kita kerjakan PHK. Itu hal paling akhir yang sudah dilakukan perusahaan. Biasanya, karena beberapa argumen. Misalkan, tidak untung terus-terusan sepanjang dua tahun beruntun,” lebih Adi.

Pada keadaan itu, terang ia, perusahaan tidak lagi dapat cuma lakukan efektivitas ongkos. Maknanya, untuk bayar gaji juga sudah tidak mampu.

“Baru dibolehkan PHK. Tetapi sedapat mungkin dijauhi. Atau, terkecuali, misalkan ada penyatuan atau merger perusahaan yang memengaruhi ada pegawai tidak diteruskan periode kerjanya. Atau, keadaan bangkrut karena tidak mampu kembali bayar hutang dan pegawai. Itu mau tak mau (PHK),” kata Adi.

Karenanya, lanjut ia, beberapa perusahaan startup yang belakangan ini ramai lakukan PHK, katanya, peluang karena sudah tidak mampu bayar pegawai.

See also  RI Laris Manis, Jokowi Maraton Berjumpa Pimpinan Negara G20

“Dan pasti ini ranah di Kementerian Ketenagakerjaan. Setahu di Kadin, tidak ada laporan (data) anggota yang lakukan PHK,” kata Adi.

“Kita tetap optimis di depan. Peralihan dan keberlanjutan itu ialah proses yang dirasakan perusahaan. Dan, kita tidak boleh cuma berbicara perusahaan menengah-besar. Ada usaha rasio menengah-kecil yang kesempatannya masih besar sekali . Maka, kita harus fair menanggapi,” ujar Adi.

Ia menambah, perusahaan pada intinya telah terlatih mengganti bencana jadi karunia.

“Itu pola pikir yang kami design. Karena ini tersangkut hajat hidup banyak orang. Inovasi berpikiran itu kunci untuk pebisnis,” tandas Adi.

 

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …