Mengenali Riwayat Trenggalek dari Sendratari Prasasti Kamulan Tonggak Ing Trenggalih di TMII

Mengenali Riwayat Trenggalek dari Sendratari Prasasti Kamulan Tonggak Ing Trenggalih di TMII

Kesenian dan budaya asli dari Trenggalek, Jawa Timur tampil di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Sesudah sempat vakum karena pandemi sepanjang dua tahun, Kabupaten Trenggalek menyajikan sendratari dengan judul Prasasti Kamulan Tonggak Ing Trenggalih. Selainnya sendratari, kesenian lain Tari Bedoyo Nitisari dan Turonggo Yaksi ikut menyemarakkan pagelaran seni budaya yang berjalan di Ibu-kota ini.

Sendratari Prasasti Kamulan bercerita riwayat awalnya bagaimana terciptanya Trenggalek. Gerak gesit dan bagus dari beberapa penari menceritakan usaha Raja Airlangga hentikan perang saudara yang terjadi di kerajaan Panjalu. Di mana Raja Airlangga membagikan kerajaan jadi 2 yaitu di Jenggala Kahuripan dan Panjalu atau Kediri.

Dan Kerajaan Kediri di bawah Pemerintah Raja Kertajaya yang agung arif, rakyat hidup makmur dan sejahtera. Sampai tiba perlawanan Aji Wora Wari dari Tumapel yang ingin menggantikan Kerajaan Kediri.

Tetapi Kediri bisa terkuasai oleh lawan hingga Prabu Kertajaya pindah ke Dusun Kamulan dan membangun pesanggrahan untuk pemerintahannya.

Atas kesuksesan dan kontribusi rakyat Kamulan dan sekelilingnya dalam merampas kembali Kediri, karena itu Dusun Kamulan diputuskan sebagai Dusun Perdika yang diikuti dengan Prasasti Kamulan yang seterusnya dikenali sebagai Hari Jadi Trenggalek yaitu tiap tanggal 31 Agustus 1194.

Di lain sisi, Prasasti Kamulan sekarang sudah sukses dibawa kembali lagi ke Trenggalek sesudah lumayan lama ada di Museum Tulungagung. Pemkab Trenggalek sendiri sediakan tempat khusus untuk Prasasti Kamulan yaitu di Joglo Kamulyan di lingkungan Pendapa Manggala Praja Nugraha.

Wakil Bupati Trenggalek, Sah Muhamad Natanegara menyongsong baik dengan diberikan kembali peluang untuk kesenian budaya Trenggalek untuk tampil di Taman Mini Indonesia Indah.

See also  Keterangan Disbudpar Lebak masalah 4 Masyarakat Tertimbun Longsong di Dusun Wisata

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengucapkan terima kasih ke Anjungan Jawa Timur, Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang telah memberikan peluang. Hingga Kabupaten Trenggalek dapat tampilkan kesenian ciri khas, memanfaat kesempatan ini agar semakin memperkenalkan Kabupaten Trenggalek terutamanya keluar daerah,” ungkapkan Wabup Sah

Mantan anggota DPRD ini menjelaskan, “Ini sebagai salah satunya wujud animo pada kesenian di Kabupaten Trenggalek yang keinginannya kesenian ini tetap dilestarikan dan mempunyai nilai ekonomi hingga apa sebagai harapan bersama Trenggalek Melesat dapat diwujudkan,” ujarnya.

 

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …