Kemenkes Ungkapkan Tanda-tanda Awalnya Polio, dari Demam Sampai Lumpuh Sisi Kaki Kiri

Kemenkes Ungkapkan Tanda-tanda Awalnya Polio, dari Demam Sampai Lumpuh Sisi Kaki Kiri

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu mengutarakan tanda-tanda awalan yang dirasakan korban virus Polio. Korban yang berumur tujuh tahun itu datang dari daerah Pidie, Dusun Mane, Propinsi Aceh.

Maxi mengatakan jika korban awalannya alami demam dan flu. di tanggal 6 Oktober. 3 hari selanjutnya, korban mulai berasa tanda-tanda awalnya penyakitatau yang disebutkan onset.

“Selanjutnya, ia mulai berasa onset pada tanggal 9 (Oktober) dan masuk ke RSUD TCD Sigli (tanggal 18),” terang Maxi dalam konferensi jurnalis secara online pada.

Dipastikan positif Polio
Selanjutnya, Maxi menerangkan jika anak diindikasi terserang virus Polio sesudah dilaksanakan pemeriksaan oleh dokter. Hal itu saat dokter lakukan pengetesan penyakit yang dialami oleh pasien virus Polio.

“Selanjutnya tanggal 21 (Oktober) sampai 22 (Oktober), dokter anak curigai ini polio dan ambil sampel dan dikirimkan ke propinsi (tanggal 25 Oktober) selanjutnya dikirimkan ke jakarta (tanggal 27 Oktober),” kata Maxi.

Maxi menjelaskan sampel itu diterima Badan Peraturan Pembangunan Kesehatan di tanggal 28 Oktober 2022. Berdasar pemeriksaan, anak itu dipastikan terkena virus Polio type dua.

“Keluar hasilnya lewat Polymerase Chain Reaction (PCR) type dua polio dan ada type tiga dari Sabin. Selanjutnya dikirimkan ke lab biofarma untuk sekuensing dan rupanya memang benar type dua,” kata Maxi.

Alami pengecilan otot kaki
Karena terkena virus Polio, korban disebutkan alami pengecilan otot kaki kiri. Maxi menjelaskan jika anak itu terkena virus karena tidak lakukan imunisasi Polio saat masih bayi.

“Anak itu menjadi kecil di bagian otot paha dan betis dan memanglah tidak ada kisah imunisasi, tidak mempunyai kisah perjalanan ke luar tidak ada,” katanya.

See also  Jokowi Titip ke CEO Asing: Yang Besar Harus Memperbesar Pebisnis Kecil

Meski begitu, Maxi mengutarakan jika keadaan anak yang terkena virus Polio mulai lebih baik. Dia menjelaskan sampai sekarang ini penyakit Polio belum mempunyai obat yang baik untuk memberi kesembuhan.

“Tetapi anak ini jika saksikan keadaannya kemarin saya saksikan telah jalan walau masih tertatih-tatih, hanya ya memanglah tidak ada obat kelak tinggal di fisioterapi untuk menjaga periode ototnya,” tutur Maxi.

Dalam pada itu, Maxi menerangkan ada 30 Propinsi di Indonesia yang mempunyai risiko tinggi terserang virus Polio. Menurut dia, keadaan Peristiwa Luar Biasa atau KLB bisa jadi langsung diputuskan karena risiko tinggi itu.

“Ini jika saksikan 30 propinsi dan 415 kabupaten atau kota semua masuk persyaratan tinggi, high risk untuk lingkup polio yang rendah semua . Maka ini kita Indonesia ini high risk untuk berlangsungnya KLB polio,” kata Maxi.

 

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …