Jokowi Meminta Substitusinya Masih tetap Stop Export Bahan Mentah

Jokowi Meminta Substitusinya Masih tetap Stop Export Bahan Mentah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta presiden yang hendak menggantinya tidak untuk kembali export bahan mentah, seperti bijih nikel.
Dia menjelaskan Indonesia harus berani menghentikan export bahan mentah. Menurut dia, dengan industrialisasi dalam negeri, Indonesia bisa menjadi negara maju.

“Asal stabilitas ini selalu kita jaga. Siapa saja kelak pimpinan, presiden, stabilitas itu harus kita menjaga dan terus kita tambahkan. Tidak boleh balik lagi ke export mentah kembali,” kata Jokowi pada Konferensi XII Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Balai Sarbini, Jakarta,.

Jokowi sampaikan penghasilan Indonesia akan bertambah bila tidak sekedar mengekspor bahan mentah. Pemerintahan sudah memberikan bukti dengan menghentikan import bijih nikel beberapa saat paling akhir.

Ia meramalkan Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi paling besar ke-7 pada 2030 bila peraturan ini bersambung. Jokowi menyebutkan bila peraturan ini dilanjutkan, Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi paling besar ke-4 pada 2045.

Jokowi mengharap penerusnya berani mengaplikasikan peraturan yang serupa. Ia berbicara presiden selanjutnya tidak perlu takut walau digugat beberapa negara.

“Berhati-hati, kita semuanya wajib mengingati walau satu kali lagi kita digugat. Jika kita digugat dan kita mundur kembali, kapan kembali kita dapat nikmati komoditas-komoditas dan kekayaan yang dipunyai?” katanya.

Awalnya, pemerintahan menghentikan export nikel. Jokowi mengeklaim peraturan itu sanggup tingkatkan nilai export nikel dari Rp15 triliun jadi Rp300 triliun.

Meskipun begitu, Indonesia harus hadapi tuntutan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Uni Eropa melontarkan tuntutan atas peraturan Jokowi menghentikan export bahan mentah itu.

 

See also  Beberapa detik Kantor Bappelitbang di Balai Kota Bandung Terbakar

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …