Jokowi di KTT G20, Meminta Negara Berkembang Diikutsertakan Mencari Jalan keluar Permasalahan Kesehatan

Jokowi di KTT G20, Meminta Negara Berkembang Diikutsertakan Mencari Jalan keluar Permasalahan Kesehatan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta dunia lebih mengikutsertakan peranan negara berkembang dalam membuat jalan keluar kesehatan. Menurutnya, dengan keterkaitan negara berkembang karena itu ketimpangan bisa diminimalkan.

“Negara berkembang harus diperbedayakan sebagai sisi dari jalan keluar. Ketimpangan kemampuan kesehatan tidak bisa didiamkan. Negara berkembang perlu kerja sama yang mendayagunakan,” kata Jokowi saat ulasan sesion ke-2 KTT G20 di Nusa Dua Bali.

Jokowi menggerakkan, negara berkembang harus jadi sisi rantai suplai kesehatan global, terhitung pusat manufacturing dan penelitian. Triknya pada jalan investasi industri kesehatan dipertingkat, kerja-sama penelitian dan transfer teknologi dan akses bahan baku produksi untuk negara berkembang yang tetap diperlebar.

“TRIPS Waiver harus diperlebar kesemua jalan keluar kesehatan terhitung diagnostik dan terapeutik. WHO harus juga mewujudkan komitmennya berkaitan hubs dan spokes jalan keluar kesehatan,” dorong kepala negara.

Jokowi mengharap, dunia tidak mengulang-ulang kekeliruan saat pandemi Covid-19. 3 tahun menangani badai Covid-19 jadi pelajaran bernilai untuk mempersiapkan dunia dari genting kesehatan global.

“Never again harus jadi mantra kita bersama. Saya menunggu penglihatan dan kontributor Yang Mulia untuk pengokohan arsitektur kesehatan dunia,” Jokowi memungkasi.

Jokowi di KTT G20: Kita Perlu WHO yang Lebih Kuat dan Bertaring

Dalam KTT G20 yang didatangi 17 pimpinan negara ini hari, Jokowi menjelaskan dunia agar lebih siap dan waspada hadapi pandemi, untuk menyelematkan nyawa dan ekonomi. Karena itu, katanya, arsitektur global harus diperkokoh.

“Arsitektur kesehatan global harus diperkokoh. Kita perlu WHO yang semakin kuat dan bertaring. Kebersamaan dan keadilan harus jadi ruh arsitektur kesehatan global,” kata Jokowi saat sampaikan sambutan pembuka Sesion II KTT G20 di Hotel Apurva Kempinski Bali.

See also  Bacakan Eksepsi, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Sebutkan JPU Tidak Jeli Atur Surat Tuduhan

Menurutnya, G20 sudah sukses membuat pandemic fund. Jokowi menyebutkan ini harus dituruti dengan tambahan kontributor permodalan supaya berperan dengan maksimal.

“Saya ajak semua pihak berperan. Indonesia sudah memberi loyalitas 50 juta dollar,” tutur ia.

Disamping itu, Jokowi mengutamakan keutamaan G20 menjaga proses pembangunan traktat pandemi. Ini buat perkuat kesiagaan pada tingkat nasional, teritori, dan global.

Jokowi menjelaskan jika dunia sekarang ini telah makin sembuh dari pandemi Covid-19. Walau demikian, ia mengingati pimpinan negara G20 tidak untuk meleng karena genting kesehatan selanjutnya bisa ada kapan pun.

“Ini kali dunia agar lebih siap, kesiagaan kita akan selamatkan nyawa dan perekonomian kita. G20 harus ambil beberapa langkah riil dan selekasnya,” terang Jokowi.

Didatangi Nyaris Semua Negara G20 dan Organisasi Dunia

Sebagai info, KTT G20 akan berjalan 15 sampai 16 November 2022. Adapun beberapa pimpinan negara yang datang di KTT G20 diantaranya, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Long, PM Belanda Mark Rutte, Presiden Rwanda Paul Kagame, Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen, Presiden European Council Charles Michael.

Selanjutnya, PM Inggris Rishi Sunak, PM Kanada Justin Trudeau, PM Jepang Fumio Kishida, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, PM Australia Anthony Albanese. Ada juga Sekjen PBB Antonio Guterrez, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Seterusnya, Presiden Korea Selatan Yoon Seuk Yeol, Presiden Argentina Alberto Fernadez, Menteri luar neger Rusia Sergey Lavrov, PM India Narendra Modi, Presiden Uni Emirate Arab Muhammad bin Zayed Al Nahyan.

Lalu, PM Italia Giorgia Meloni, Disamping itu, Menteri luar neger Brasil Carlos Alberto Franca, dan Utusan Khusus Perdana Menteri Fiji Ratu Inoke Kubuabola, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden China Xi Jinping, sampai Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

See also  Mahfud Md: Tahun Depan Kita Pemilu, Mencari Presiden yang Betul

Dalam pada itu, pimpinan lembaga internasional yang datang yaitu, Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo, Direktur Eksekutor IMF Kristalina Georgieva, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sampai Muhammad Sulaiman Al Jasser sebagai Presiden Islamic Development Bank (ISBD).

 

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …