BPOM Kabarkan 2 Perusahaan Farmasi Sebagai Terdakwa Kasus Cemaran EG dan DEG

BPOM Kabarkan 2 Perusahaan Farmasi Sebagai Terdakwa Kasus Cemaran EG dan DEG

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM umumkan dua perusahaan farmasi yang sudah diputuskan sebagai terdakwa dalam kasus cemaran bahan baku obat sirup. Perusahaan itu ialah PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries.

Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan ke-2 perusahaan itu dijumpai menghasilkan obat dengan cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) dengan kandungan di luar tingkat batasan aman.

“Ke-2 nya sudah dilaksanakan proses penyelidikan dan diputuskan sebagai terdakwa,” katanya dalam konferensi jurnalis virtual.

Selainnya PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries, ada tiga perusahaan yang lain yang diselidik dan pada proses pengecekan saksi. Tiga perusahaan itu, yaitu PT Samco Farma, PT Ciubros Farma, PT Afi Farma.

Penny menjelaskan PT Ciubros Farma sekarang ini masih juga dalam proses penyelidikan saksi dan pakar untuk seterusnya diputuskan sebagai terdakwa. PT Samco Farma BPOM masih dalam proses penyelidikan. Tetapi lima perusahaan farmasi itu sudah diberi ancaman administrasi berbentuk pencabutan surat ijin edarnya.

BPOM sudah memberikan instruksi pemberhentian produksi obat sirup dari perusahaan itu. Menurut Penny, obat sirup dari ke-5 perusahaan itu juga diambil peredarannya dan dihilangkan.

Selainnya produsen obat, BPOM tengah mencari vendor atau pemasok bahan baku obat, yakni CV Samudera Chemical. Vendor ini dijumpai sudah menyuplai bahan baku obat pada PT Yarindo Farmatama. CV Samudra Chemical dipastikan lakukan pengoplosan pelarut pada obat sirup dengan kandungan yang tinggi sekali.

Ditambahkan, CV Samudra Chemical sebagai distributor kimia biasa yang tidak dikenankan menyuplai pelarut obat untuk Pedagang Besar Farmasi (PBF). Sekarang ini, CV Samudra Chemical tengah diolah selanjutnya di kepolisian untuk proses pemidanaan.

See also  Anak Telanjur Minum Obat Sirup yang Dilarang, RSCM Minta Kerjakan Ini

Sekarang BPOM bekerja bersama dengan Kejaksaan Agung dan pihak kepolisian supaya proses penyelidikan supaya proses hukum kasus ini berjalan mulus. Dia mengharap kasus ini bisa memberi dampak kapok pada perusahaan farmasi yang sudah lakukan proses produksi tidak sesuai dengan ketentuan atau persyaratan yang berjalan.

 

Check Also

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra

Kepopuleran Prabowo Subianto Turun, Ini Keterangan Gerindra Beberapa instansi survei nasional mengatakan kepopuleran capres (calon …